Tips Cara Budidaya Bebek Pedaging

Menjadi seorang peternak bukanlah suatu hal yang memalukan. Justru akan sebaliknya karena dengan menjadi peternak, kita akan menjadi orang yang peduli. Dalam hal ini adalah menjadi peternak bebek pedaging. Namun bagi yang belum berpengalaman, tentunya akan bertanya bagaimana cara budidaya bebek pedaging itu? Untuk melakukannya ternyata tidaklah sulit.

Di awal dikatakan menjadi peternak akan menjadi orang yang peduli, kenapa bisa? Dengan menjadi peternak, kita tentunya akan memperhatikan kualitas dari si bebek tersebut. Banyak hal yang diperhatikan, mulai dari pakan, kesehatan, kandang, juga dari segi bisnis itu sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin, kita pun akan peduli dengan sesama karena membuka lapangan pekerjaan.

Namun, bebek pedaging itu jenis bebek apa sih? Bagi yang belum terlalu paham, bebek pedaging itu merupakan bebek yang diternakan dengan mengambil keuntungan dari dagingnya tersebut. Hal itu sama dengan ternak sapi pedaging dan bukan sapi perah yang hanya diambil susunya saja.

Untuk melakukan budidaya bebek pedaging itu di satu sisi memang tidak sulit, hanya tinggal memperhatikan si bebek tersebut. Namun kita pun harus mengetahui banyak hal dan menjadi kaya akan informasi. Hal itu tentunya akan menguntungkan kita sendiri karena nantinya membuat bebek menjadi lebih berkualitas. Jika sudah begitu, aliran bisnis pun akan datang terus menerus.

Untuk menggali banyak informasi itu, ada baiknya kita melihat ulasan berikut ini seputar tips cara budidaya bebek pedaging.

Langkah pertama

Untuk langkah awal ini ialah menentukan bibit yang akan digunakannya. Dengan menggunakan bibit bebek yang berkualitas, tentunya diharapkan akan melahirkan bebek pedaging yang sehat. Lalu, seperti apakah cara menentukan bibit bebek pedaging yang bagus itu? Untuk bibit yang bagus, pilihlah jenis bebek yang berkelamin jantan. Kenapa?

Bebek jantan dapat memiliki pertumbuhan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan bebek betina. Selain itu, bebek jantan pun memiliki harga yang cukup murah jika dibanding dengan bebek betina.

Untuk informasi lainnya mengenai bibit bebek pedaging ini adalah sebagai berikut.

  • Bibit bebek yang akan dibeli sebaiknya yang telah menetas, bukan dalam kondisi telur. Selain itu, usahakan bibit bebek tersebut berasal dari bebek jenis petelur dengan kualitas yang yang bagus.
  • Sebelum membeli bibit bebek, bisa bertanya terlebih dahulu ke dinas peternakan setempat bebek seperti apa yang sudah direkomendasikan.
  • Pastikan bibit bebek tersebut jauh dari segala banyak penyakit dan cacat yang bisa merugikan kita. Ciri bibit yang sehat bisa dilihat dengan kondisi bulunya yang berwarna kuning segar.

Langkah kedua

Bebek sebagaimana makhluk hidup lainnya tentu saja memerlukan makan untuk menjaga pertumbuhannya. Makanan bebek berupa pakan akan berpengaruh terhadap kondisi bebek tersebut. Pakan pun memiliki dua jenis, yakni pakan yang dibuat oleh pabrik dan pakan yang dibuat dengan sendiri.

Dalam memberikan pakan ini, kita sebagai peternak haruslah menjaga kesimbangannya. Dengan begitu, akan membuat si bebek tetap dalam keadaan sehat dan bebas dari segala penyakit. Tidak hanya itu, tubuh bebek pun akan bagus. Jika kita ingin memberikan pakan buatan sendiri, itu akan sangat bagus.

Berikanlah bebek pakan yang diracik dengan jagung, beras menir, dedak padi, tepung ikan, dan sorgum. Semua bahan baku tersebut memiliki kandungan karbohidrat, mineral, vitamin, lemak, protein hewani, dan nabati. Jadi sudah bisa mencukupi nutrisi untuk bebek tersebut. Pakan yang diracik dengan sendiri ini juga memiliki keunggulan lainnya, yakni bahannya secara alami. Jika memberi yang buatan pabrik, setidaknya mengandung bahan kimia.

Langkah ketiga

Dalam melaksanakan budidaya bebek pedaging ini tentunya harus dilengkapi dengan kandang yang memadai. Jika tidak mempunyai kandang, tentunya akan sulit untuk memelihara bebek tersebut. Kandang bebek tidak boleh dibuat dengan asal-asalan karena akan membuat bebek tersebut menjadi tidak berkualitas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti berikut ini.

  • Sesuaikan pembuatan kandang dengan bajet yang kita miliki.
  • Usahakan untuk membuat kandang dengan bentuk kandang panggung. Hal ditujukan agar kebersihan kandang bisa lebih diutamakan. Selain itu, usahakan kandang bebek ini menghadap ke arah di mana matahari terbit.
  • Jika tidak ingin membuat kandang panggung, perhatikanlah pemberian alasnya. Pemberian alas itu bisa dengan lapisan kapur, pasir, dan juga dengan sekam padi. Pemberian lapisan itu akan sangat berguna karena bisa memberikan manfaat kesimbangan pH tanah dan juga penyerapan kotoran yang baik.

Untuk membuat kandang ini, setidaknya bisa dilihat dari tiga jenis. Adapun ketiga jenis kandang tersebut meliputi:

1. Kandang baterai

Kandang baterai ini dikhususkan untuk bebek yang telah berumur dewasa. Nantinya dalam kandang tersebut, bebek dewasa akan berada dalam masing-masing kandang. Ukurannya bisa dengan 45 x 45 x 35 cm. Keunggulannya ialah kita bisa mengecek kondisi bebek dengan lebih teliti lagi dan mudah. Sementara itu, kekurangannya terletak pada biaya yang akan cukup tinggi, jika dibanding jenis kandang yang lain.

2. Kandang postal

Kandang postal merupakan jenis kandang yang berukuran cukup besar karena bisa menampung beberapa ekor bebek. Untuk jumlah bebek bisa disesuaikan dengan ukuran kandang tersebut. Sebagai contoh, untuk bebek yang berumur 1 – 60 hari bisa berisi sebanyak 10 – 15 ekor per meter perseginya. Adapun untuk bebek berusia 60 – 150 hari bisa diisi dengan 6 – 8 ekor per meter perseginya. Sementara itu, untuk bebek yang berumur di atas 5 bulan bisa diisi dengan 3 – 5 ekor per meter perseginya. Adapun untuk tempat makan serta minumnya diberikan dalam satu tempat saja, di satu ruangan.

3. Kandang ranch

Jika mempunyai bajet berlebih maka bisa membuat kandang ranch. Kandang jenis ini memiliki ukuran yang luas, serta dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti kolam atau saluran air. Dengan kandang jenis ini maka melakukan budidaya bebek pedaging akan lebih terperhatikan. Hal ini pula harus memperhatikan lokasi pembuatan kandang tersebut.

Langkah keempat

Jika berniat melakukan budidaya bebek pedaging, tentu tujuan akhirnya adalah membuat ternak bebek tersebut menjadi bisnis, bukan? Saat ini bisnis bebek pedaging masih menggiurkan. Hal itu didukung dengan masih banyaknya masyarakat yang menyukai kuliner dari unggas yang satu ini.

Untuk membuktikannya, kita bisa melihat contoh analisis sederhana dari usaha bebek pedaging ini.

Analisis usaha bebek pedaging:

  • Pengeluaran bibit bebek dalam satuan: Rp 7.500 per ekornya untuk 100 ekor = Rp 750.000.
  • Pakan buatan pabrik jenis BR 511 untuk 2 sack: Rp 750.000.
  • Pakan yang dibuat dengan sendiri: Rp 600.000.
  • Suplemen organik yang cair: Rp 70.000.
  • Vitamin serta antibiotik: Rp 15.000.

Jika dijumlahkan untuk pengeluaran mencapai Rp 2.185.000.

Lalu, untuk keuntungannya bisa dengan melihat analisi sederhana berikut ini.

  • Kita bisa membuat asumsi untuk 100 ekor tersebut, bebek yang mati sebanyak 10%. Jadi yang masih hidup sebanyak 90 ekor.
  • Jika harga 1 kilogram daging bebek sebesar Rp 25.000, dengan durasi pemeliharaan sebanyak 45 hari manghasilkan bobot bebek sebesar 1,5 – 2,5 kilogram. Untuk itu, kita bisa membuat rata-rata bobot per ekornya mencapai 2 kilogram. Hitungannya: 90 ekor x Rp 50.000 = Rp 4.500.000.
  • Keuntungan yang akan didapat: Rp 4.500.000 – Rp 2.158.000 = Rp 2.315.000.

Melihat keuntungan tersebut, tentunya akan sangat menggiurkan, bukan? Terlebih didukung jika bebek pedaging tersebut jumlah kematiannya sangat sedikit. Jadi, apa sudah terpikirkan untuk cara budidaya bebek pedaging? Selamat mencoba.

Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *